2D1N Dieng Plateau, si negeri di atas awan! (part 1)
| Team hore pendakian Sikunir |
Minggu terakhir Oktober 2013.
Di tengah-tengah
hectic nya persiapan ujian micro teaching di kampus, kita berdua mutusin buat jalan ke Dieng. Terlebih waktu itu gue baru dapet suntikan dana beasiswa yang sisanya bisa dialokasikan untuk traveling. Sejak awal udah jadi
kesepakatan kita berdua kalo perjalanan ini adalah perjalanan on budget, gue
sendiri hanya mengalokasikan 300.000 aja (karena memang adanya segitu ckckckckck). Kebayang kan gimana kira-kira caranya kita ngirit selama di Dieng tapi tetep gak mau susah, kita tetep jalan keliling Dieng, menikmati sunrise di bukit Sikunir juga
bisa keliling banyak spot andalan disana! Maruk mode ooooonnnn...
PERJALANAN
Bandung-Wonosobo! Mulai dari searching harga tiket termurah ke wonosobo dari
bandung, kita milih berangkat dari rancaekek pake
bus sinar jaya dengan harga tiket 70.000. kita ambil pemberangkatan malam
dengan pertimbangan bisa tidur selama di jalan. Sooo, Jadilah jumat malam sepulang kuliah, kita berangkat!
Kurang lebih perjalanan 8 jam bandung-wonosobo. akhirnya tepat pukul 3 pagi
kita sampe di terminal wonosobo.
| banjarnegara |
Baru aja turun dari
bus, kita udah di samperin ojek-ers yang nawarin jasa antar ke dieng, kaya tampang kita berdua keliatan bingung jadi mereka langsung tahu
kalo kita mau ke Dieng. So, Tips nya dimana pun lo melancong, jangan deh ngeliatin bingung, banyakin baca sebelum berangkat biar pas udah sampe di lokasi udah bisa pura-pura ngerti alur dan tujuan, mau ngapain!
Karena sampai
di pagi buta, akhirnya gue nyari toilet dan mandi di terminal wonosobo dengan biaya mandi sebesar 2000 doang, selesei bersih-bersih lanjut sholat di mesjid terdekat. Tepat pukul 6 pagi kita berdua
melanjutkan perjalanan, kita naik angkot kuning menuju
kota. Lalu menyambung angkutan dengan menggunakan mini bus ke dieng (semacam mikrolet). Ongkos
angkot kuning ke kota masih murah kala itu, hanya sebesar 2000-3000an, dan mini bus hanya 10.000 untuk perjalanan yang sangat jauh memakan waktu sekitar
45 menit higga sampai di Dieng.
Sepanjang perjalanan
kita disuguhin pemandangan asri kota wonosobo, menurut si bapak supir mini bus
kota wonosobo merupakan kota ter bersih dari sampah di jawa tengah! Pantas saja
rasa nya asri dan bersih di sepanjang jalan.
PENGINAPAN. Sesampai
nya di dieng. Kita langsung di turunkan di penginapan bu djono, penginapan yang lumayan hits di kalangan backpacker, penginapan murah
dengan fasilitas bagus. Namun, sayang nya penginapan bu djono saat itu full booked
akhirnya kita berdua harus muter-muter searching penginapan on the spot yang
harga nya ternyata di luar budgeting. Fyi, harga per hari di bu djono adalah
75.000, sedangkan penginapan lainnya sudah mematok harga sekitar 100-300 per
malam. karena gak ada pilihan, akhirnya kita kembali ke penginapan bu djono dan
memohon penginapan yang tanggal booking nya masih lama supaya di sewakan dulu ke kita berdua.
Setelah sekian lama
tawar-menawar akhirnya mas kelik (pemilik penginapan bu djono)kasih option untuk sewa share room paling atas (read:: letak nya di
atap) Yap, atap rumah dengan harga 50.000/malam (harga termurah diluar
ekspektasi kita, karena ini share room jadi kita bayar 25.000/orang, SUPER kan!!!) dan
ternyata usut punya usut kamar tersebut adalah kamar pegawainya sendiri. Lalu
dimana pegawainya tidur selama kami menginap? Entahlah, hanya tuhan yang tahu!
Namun, apa yang terjadi selama kita tidur disana? FREEZE! Yaps, bayangkan dieng merupakan dataran tinggi di jawa tengah yang suhu nya (sekarang) saja bisa mencapai -2 derajat (read: MINUS DUA!), dan malam itu kita tidur di atap. kita tidur ber jaket super tebal lalu masuk ke dalam sleeping bag dan masih di gulung selimut yang juga superrrrr tebal, bisa dibayangkan betapa dinginnya?
Namun, apa yang terjadi selama kita tidur disana? FREEZE! Yaps, bayangkan dieng merupakan dataran tinggi di jawa tengah yang suhu nya (sekarang) saja bisa mencapai -2 derajat (read: MINUS DUA!), dan malam itu kita tidur di atap. kita tidur ber jaket super tebal lalu masuk ke dalam sleeping bag dan masih di gulung selimut yang juga superrrrr tebal, bisa dibayangkan betapa dinginnya?
![]() | |
| pemandangan depan penginapan bu djono |
#Hari ke 1.
Setelah urusan penginapan selesai, sekitar pukul 10.00 pagi kita lanjut jalan kaki menuju ke kawasan candi arjuna. Jalan kaki kesana gak terlalu jauh dari penginapan hanya sekitar 500 m, sepanjang jalan kita bisa menikmati hamparan kebun lobak. Sesampainya disana, yang pertama akan ditemui adalah museum. Lalu setelahnya kita bisa masuk ke kawasan candi, kebetulan saat itu, tidak ada petugas jadi kita nyelonong masuk gitu aja tanpa berbayar! Duh, wisatawan pengeretan…(mohon jangan di tiru, demi memajukan wisata Indonesia)
Setelah urusan penginapan selesai, sekitar pukul 10.00 pagi kita lanjut jalan kaki menuju ke kawasan candi arjuna. Jalan kaki kesana gak terlalu jauh dari penginapan hanya sekitar 500 m, sepanjang jalan kita bisa menikmati hamparan kebun lobak. Sesampainya disana, yang pertama akan ditemui adalah museum. Lalu setelahnya kita bisa masuk ke kawasan candi, kebetulan saat itu, tidak ada petugas jadi kita nyelonong masuk gitu aja tanpa berbayar! Duh, wisatawan pengeretan…(mohon jangan di tiru, demi memajukan wisata Indonesia)
| kebun lobak sepanjang jalan menuju kawasan candi |
| kawasan candi arjuna |
| Sarah di candi arjuna |
Fyi, Kawasan candi ini di bangun sekitar pada abad 9 masehi, dan memiliki lima candi, salah satu nya candi arjuna, semar, srikandi, sembadra dan putradewa, tinggi dari tiap candi hanya sekitar 4-5 meter. kawasan candi
ini adalah kawasan candi hindu terbesar dan merupakan pusat nya jadi kalo ada
perayaan keagamaan katanya sih banyak yang kesini. Kawasan candi ini pun terletak pada ketinggian 2093 meter
diatas permukaan laut (mdpl), candi Arjuna menyajikan pesona lansekap
dataran tinggi Dieng dipadukan dengan mahakarya agung peninggalan
peradaban Kerajaan Mataram Kuno. Deretan lekuk perbukitan menawan juga hamparan kabut khas dataran tinggi menjadi pelengkap paket keindahan yang wajib dinikmati kalo datang kesini.
Setelah itu, kita jalan ke kawasan candi gatot kaca, sebelumnya kita lewat museum kailasa dan film, HTM masuk nya hanya 5000an. Tapi, karena gak terlalu tertarik dengan museum akhirnya kita lanjut ke kawah sikidang. Dengan modal bertanya pada petugas tiket di candi gatot kaca, menurut bapak itu jarak nya sekitar 1-2 kilo. Kita cuman membayangkan jarak segitu masih bisa ditempuh dengan jalan kaki. Sebetulnya ada jasa ojeg dengan harga 10.000-20.000/orang diantar sampai kawah. Tapi, karena alasan budgeting jadi kita milih jalan kaki (nekad bener ya?). Baru aja jalan beberapa menit, si bapak petugas tiket tersebut datang nyusul. Dia maksa nganter, karena menurutnya kalo jalan kaki sangatlah jauh. Ternyata emang beneeeerrrr, jarak tempuh kawasan candi ke kawah sikidang sangaaaat lah jauuuuuh….. Terimakasih bapak yang entah siapa namanya gue lupa!
Setelah itu, kita jalan ke kawasan candi gatot kaca, sebelumnya kita lewat museum kailasa dan film, HTM masuk nya hanya 5000an. Tapi, karena gak terlalu tertarik dengan museum akhirnya kita lanjut ke kawah sikidang. Dengan modal bertanya pada petugas tiket di candi gatot kaca, menurut bapak itu jarak nya sekitar 1-2 kilo. Kita cuman membayangkan jarak segitu masih bisa ditempuh dengan jalan kaki. Sebetulnya ada jasa ojeg dengan harga 10.000-20.000/orang diantar sampai kawah. Tapi, karena alasan budgeting jadi kita milih jalan kaki (nekad bener ya?). Baru aja jalan beberapa menit, si bapak petugas tiket tersebut datang nyusul. Dia maksa nganter, karena menurutnya kalo jalan kaki sangatlah jauh. Ternyata emang beneeeerrrr, jarak tempuh kawasan candi ke kawah sikidang sangaaaat lah jauuuuuh….. Terimakasih bapak yang entah siapa namanya gue lupa!
| museum kailasa |
*to be continued ke part dua ya....

Comments
Post a Comment